Langkah Strategis Walikota Ambon Perjuangkan Fasilitas Kesehatan Gratis bagi Warga Kurang Mampu
Langkah Strategis Walikota Ambon Perjuangkan Fasilitas Kesehatan Gratis bagi Warga Kurang Mampu

MBN.com – ​Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmen nyata dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Maluku tersebut. Dan pada Senin, (9/3/2026), Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena melakukan langkah proaktif dengan menemui Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus di Kementerian Kesehatan Jalan H.R. Rasuna Said Jakarta.

​”Saya bersama Pak Sekkot, Kadis Kesehatan dan jajaran baru saja bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan Pak dr. Benjamin Paulus Octavianus. Dalam pertemuan tersebut, kami berbicara mendalam mengenai bagaimana upaya peningkatan kualitas kesehatan di Kota Ambon ke depan. Ada beberapa poin strategis yang kami sampaikan langsung kepada pihak kementerian untuk menjadi perhatian pusat. Dan salah satu hal utama yang kami usulkan adalah pembangunan Rumah Sakit Pemerintah Kota Ambon. Kami merencanakan fasilitas ini nantinya akan dimanfaatkan khusus untuk melayani masyarakat miskin di Kota Ambon. Kami sangat menyadari bahwa tantangan terbesar kita hari ini adalah soal akses pelayanan kesehatan yang mumpuni bagi warga yang kurang mampu secara ekonomi,” ungkap Walikota.

Salah satu poin krusial yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Ambon dalam pertemuan tersebut adalah rencana untuk membangun Rumah Sakit Pemerintah Kota Ambon yang baru. Fasilitas kesehatan ini nantinya diproyeksikan untuk menjadi pusat layanan medis yang secara khusus menyasar masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.

Walikota mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pemerintah saat ini Adalah, bagaimana menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi namun tetap terjangkau bagi warga miskin. Kehadiran rumah sakit milik pemerintah kota ini dianggap sebagai jawaban paling konkret untuk mengatasi ketimpangan akses kesehatan yang selama ini dirasakan oleh sebagian warga.

​”Kita berbicara mengenai bagaimana upaya peningkatan kualitas kesehatan di Kota Ambon, dan yang kami usulkan antara lain adalah pembangunan rumah sakit Pemerintah Kota Ambon yang nantinya akan kita manfaatkan untuk melayani masyarakat miskin,” ujar Bodewin saat menjelaskan visi di balik usulan pembangunan tersebut.

Target utama dari layanan rumah sakit ini adalah warga yang berada dalam kategori kelompok ekonomi desil satu hingga desil empat. Melalui pemetaan yang akurat, pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan dan layanan medis benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan dukungan finansial.

​Lebih lanjut, Walikota menegaskan bahwa jika pembangunan rumah sakit ini terealisasi, maka seluruh warga dalam kategori tersebut akan mendapatkan pelayanan secara cuma-cuma. Bodewin berharap masyarakat di desil rendah ini nantinya dapat dilayani di sana secara gratis tanpa harus terbebani oleh biaya administrasi maupun tindakan medis yang mahal.

​Selain mengenai pembangunan rumah sakit baru, agenda pertemuan tersebut juga membahas kondisi infrastruktur kesehatan tingkat dasar di Kota Ambon, khususnya terkait Puskesmas. Saat ini, banyak bangunan Puskesmas yang memerlukan perhatian serius dan perbaikan fisik agar tetap dapat beroperasi secara optimal dalam melayani masyarakat di tingkat desa atau kelurahan.

Kendala utama dalam revitalisasi Puskesmas ini terletak pada ketersediaan anggaran daerah yang sangat terbatas akibat adanya kebijakan pemotongan dana alokasi. Walikota menjelaskan bahwa Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus untuk sektor kesehatan saat ini sudah hampir habis terserap untuk kebutuhan rutin lainnya.

​”Selain itu, kami mengusulkan dukungan untuk perbaikan Puskesmas. Saat ini, kami terkendala oleh pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan yang jumlahnya sudah hampir habis. Kondisi ini menyebabkan pemerintah kota tidak lagi memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan fisik pada fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat dasar tersebut,” sebut Walikota.

​Kondisi anggaran yang minim ini menyebabkan Pemerintah Kota Ambon tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk mendanai perbaikan fisik maupun pemeliharaan gedung Puskesmas. Oleh karena itu, dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan menjadi harapan utama agar fasilitas kesehatan primer ini tetap terjaga kondisinya.

​Persoalan lain yang tidak kalah mendesak adalah penanganan penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik di Kota Ambon. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini adalah Tuberkulosis atau TBC, yang angka kasusnya memerlukan penanganan lebih agresif dan terintegrasi.

​Walikota sangat menyadari bahwa TBC merupakan penyakit yang sangat berbahaya jika tidak segera diantisipasi dengan langkah-langkah medis yang tepat. Kecepatan penyebaran penyakit ini menuntut pemerintah untuk melakukan tindakan pelacakan yang lebih luas dan mendalam terhadap para penderita maupun lingkungan sekitarnya.

​”Kami juga memberikan perhatian serius pada penanganan penyakit menular di Kota Ambon, terutama Tuberkulosis (TBC). Penyakit ini sangat berbahaya kalau tidak segera kita antisipasi karena pola penyebarannya yang sangat cepat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah luar biasa untuk memutus mata rantai penularannya agar tidak semakin meluas. Kami memohon agar Kementerian Kesehatan bisa memfasilitasi Pemerintah Kota Ambon untuk melakukan upaya antisipasi yang lebih masif melalui tindakan tracking atau pelacakan pada penderita dan keluarganya. Pihak kementerian sudah menyampaikan bahwa mungkin di pertengahan tahun ini akan ada dukungan anggaran yang dikucurkan untuk membantu penanganan penyakit menular ini.” Jelas Walikota.

​Usulan Walikota tersebut mendapat respons yang cukup positif dari Wakil Menteri Kesehatan, yang memberikan angin segar bagi keberlanjutan program kesehatan di Ambon. Wamenkes mengisyaratkan bahwa pada pertengahan tahun ini akan ada dukungan anggaran yang dikucurkan untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan penyakit menular tersebut.

Sementara itu, untuk pembangunan rumah sakit, wamenkes berjanji, mudah-mudahan alokasi anggaran pusat bisa segera terlaksana pada tahun 2027 nanti. Dan sebagai langkah persiapan, Pemerintah Kota Ambon tengah melakukan penjajakan lahan di Kecamatan Letimur selatan, baik dengan mengoptimalkan lahan fasilitas yang sudah ada yakni puskesmas Hutumuri, maupun pengadaan lahan baru.

Pemilihan lokasi di Kecamatan Letimur Selatan lanjut Walikota, bertujuan untuk pemerataan akses kesehatan bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan dan mendorong pengembangan wilayah. Untuk itu, Sambil menunggu dukungan penuh dari anggaran pusat, Pemerintah Kota Ambon berencana mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan status Puskesmas rawat mginap hutumuri menjadi rumah sakit tipe C melalui perbaikan fasilitas secara bertahap.

“Saya akan melauncing Puskesmas Rawat Nginap Hutumuri menjadi Rumah Sakit Daerah Kota Ambon pada perayaan HUT ke-451 Kota Ambon tahun ini,” jelasnya.

​Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon akan tetap bekerja keras meskipun berada di tengah-tengah tekanan keterbatasan anggaran yang dimiliki. Ia menjamin bahwa Walikota, Wakil Walikota, beserta seluruh perangkat daerah akan terus mencari berbagai jalan dan inovasi demi kepentingan masyarakat luas.

​Segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mendasar, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah. Bagi Bodewin, keterbatasan finansial daerah bukanlah alasan untuk berhenti memberikan yang terbaik bagi warga yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka.

​Langkah koordinasi ke tingkat pusat ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar dalam wajah pelayanan kesehatan di Kota Ambon. Dengan adanya dukungan dari Kementerian Kesehatan, mimpi untuk memiliki rumah sakit gratis bagi warga miskin dan fasilitas kesehatan yang mumpuni diharapkan dapat segera terwujud dalam waktu dekat, untuk BETA PAR AMBON, AMBON PAR SAMUA. (***)

Share this ...