Terapkan Merit System, Pemkot Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah Baru
Terapkan Merit System, Pemkot Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah Baru

MBN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali melakukan pembenahan di sektor pendidikan dengan melantik 59 Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Para pejabat yang dilantik terdiri atas 50 Kepala Sekolah Reguler dan 9 Kepala Sekolah Non-Reguler.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, berlangsung di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Selasa (23/6/2026). Prosesi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menerapkan tata kelola birokrasi yang profesional melalui sistem merit.

Langkah ini juga merupakan implementasi dari salah satu 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2030, yakni membangun birokrasi yang kapabel, berintegritas, dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa mekanisme pengangkatan Kepala Sekolah kini tidak lagi dilakukan seperti sebelumnya. Selain memenuhi persyaratan administrasi, para guru yang akan menerima tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah diwajibkan mengikuti seleksi serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) guna memastikan kompetensi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

“Kita tambah lagi syaratnya, harus melalui seleksi dan mengikuti diklat. Supaya kita mampu mengukur kapasitas dari setiap ASN, khususnya para guru yang akan diberikan tugas tambahan menjadi Kepala Sekolah. Ingat, tugas utama Bapak/Ibu adalah mengajar dan mendidik anak-anak, sedangkan Kepala Sekolah adalah tugas tambahan,” ujar Bodewin.

Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk menghasilkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas, kapabilitas, serta integritas yang baik. Di sisi lain, kebijakan ini juga bertujuan menghapus anggapan bahwa jabatan Kepala Sekolah dapat diperoleh karena faktor kedekatan ataupun campur tangan pihak tertentu.

Wali Kota menjelaskan, pengangkatan Kepala Sekolah dilakukan melalui dua skema. Jalur Reguler diperuntukkan bagi peserta yang mengikuti seleksi umum, sedangkan jalur Non-Reguler mempertimbangkan kebutuhan teknis tertentu, seperti usulan sekolah yayasan maupun penempatan khusus demi menjaga standar mutu pendidikan.

Ia memastikan seluruh proses tersebut telah memperoleh koordinasi dan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pada kesempatan itu, Bodewin juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai Kepala Sekolah. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar kepada siswa maupun orang tua, termasuk penyalahgunaan pengelolaan Dana BOS maupun penjualan LKS yang bertentangan dengan aturan.

“Setelah menjadi Kepala Sekolah, jangan coba-coba terima apa-apa, apalagi memungut sesuatu dari siswa atau orang tua siswa. Kalau ada laporan pengelolaan dana BOS yang tidak benar, langsung saya copot! Karena Bapak/Ibu memperoleh jabatan ini dengan kerja keras sendiri tanpa memberikan apa pun kepada siapa pun, maka jangan pernah terima apa pun dari siapa pun juga,” tegasnya.

Meski Surat Keputusan (SK) pengangkatan memuat masa jabatan hingga dua periode, Wali Kota menegaskan jabatan tersebut bukan hak yang bersifat permanen. Evaluasi akan terus dilakukan, dan siapa pun yang terbukti melanggar aturan akan diberhentikan dari jabatannya.

Selain pembenahan di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Ambon juga tengah menyiapkan langkah penyegaran birokrasi dengan mengusulkan lebih dari 300 pejabat Eselon III dan IV melalui skema manajemen talenta yang mengedepankan prinsip transparansi dan kompetensi.

Menutup sambutannya, Bodewin mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk bersama-sama membangun birokrasi yang melayani masyarakat dengan penuh ketulusan dan kejujuran.

“Kita ingin Birokrasi kota ambon di bawah kepemimpinan kita berdua ini, birokrat yang melayani. Melayani dengan hati yang tulus dan ikhlas. Setiap pelayanan yang kita lakukan Dengan hati yang tulus dan ikhlas, Percayalah Tuhan Yang Maha Kuasa Akan memberkati kota ini. Dan saya berharap kita mulai terbiasa dengan Kerja yang benar, jujur dan bersih,” pungkasnya.

Share this ...