
MBN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota yang inklusif, maju, dan ramah anak melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan terhadap hak-hak anak.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang dikemas melalui pagelaran seni hasil kolaborasi bersama Komunitas Delen bertajuk “Delen Meet Jullie – Berbagi Deng Ale Dong” dengan subtema “Mari Katong Berkumpul, Katong Belajar Bahasa Belanda Lewat Puisi, Lagu, dan Gerak”, yang berlangsung di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Talake, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan edukatif tersebut memadukan pembelajaran bahasa Belanda dengan seni dan interaksi lintas budaya. Selain memperkenalkan bahasa asing kepada anak-anak, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai persahabatan, toleransi, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman sejak usia dini.
Wali Kota Ambon yang diwakili Sekretaris Kota (Sekda) Ambon, Roby Sapulette, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya secara utuh.
Menurutnya, anak-anak harus mendapatkan lingkungan belajar yang aman, ruang untuk mengembangkan kreativitas, serta dukungan pemenuhan gizi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam penanganan stunting.
“Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan bahasa Belanda, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, kebersihan lingkungan, dan kerja sama. Ini sejalan dengan falsafah hidup orang Maluku, Pela Gandong, di mana anak-anak diajarkan untuk saling merangkul dan menghargai perbedaan dalam wawasan yang lebih global,” ujar Sapulette.
Ia menjelaskan, pengenalan bahasa asing menjadi salah satu investasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Ambon agar mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku.
Karena itu, Pemkot Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh akademisi, komunitas, serta para pengajar internasional yang telah berkontribusi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kota Ambon.
Di hadapan para peserta, Sapulette juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus semangat belajar, berani mencoba pengalaman baru, dan tetap menjunjung tinggi nilai hormat kepada orang tua maupun guru.
“Menguasai bahasa asing adalah kunci membuka jendela dunia. Namun, jangan pernah lupa jati diri sebagai anak Ambon yang selalu membawa nilai-nilai persaudaraan, kasih sayang, dan kedamaian,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso, para akademisi dari Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), serta jajaran pengurus Komunitas Delen yang bersama-sama mendukung pengembangan pendidikan karakter dan literasi global bagi anak-anak Kota Ambon. (***)
Share this ...






