
MBN.com – Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, didampingi Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Cabang Ambon di Halong, Selasa (28/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan stok pangan, khususnya beras, dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hingga akhir tahun.
Dalam keterangannya kepada awak media, Fikri Yasin menjelaskan bahwa pemantauan tersebut bertujuan memastikan persediaan beras Bulog berada dalam kondisi aman sehingga mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Yang pertama kami melihat kesiapan Bulog terkait stok pangannya. Biasanya menjelang 17 Agustus hingga akhir tahun terjadi fluktuasi harga. Dari penjelasan yang kami terima, kondisi saat ini masih stabil dan itu harus terus dijaga,” ujarnya.
Menurut Fikri, beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat sehingga ketersediaannya harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan, keberadaan stok beras yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan.
“Bagi masyarakat, kalau beras tersedia, lauk sederhana pun sudah cukup. Karena itu jangan sampai kebutuhan pokok seperti beras justru mengalami kendala,” katanya.
Selain meninjau kesiapan stok pangan, Ombudsman RI juga mencermati kondisi persaingan antara Bulog dan pelaku usaha swasta di sektor perdagangan beras. Berdasarkan hasil pemantauan di Halong, persaingan tersebut dinilai tidak seketat yang terjadi di sejumlah daerah lainnya.
“Kami melihat di sini pemain swasta tidak terlalu kuat dalam perdagangan beras. Saya yakin ada peran pemerintah daerah dalam menjaga kondisi tersebut sehingga Bulog tetap mampu menjalankan fungsinya dengan baik,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Fikri Yasin turut memberikan sejumlah masukan kepada jajaran Bulog. Menurutnya, Bulog tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan pangan bersubsidi, tetapi juga perlu memperkuat sektor bisnis komersial guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
“Kalau Bulog hanya menyalurkan bantuan pangan bersubsidi saja, sayang sekali infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki selama puluhan tahun. Bulog juga harus mampu memperoleh keuntungan melalui penjualan beras komersial agar bisa mengimbangi tugas pelayanan publik,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kemasan produk beras Bulog agar mampu bersaing dengan produk-produk swasta yang dipasarkan di berbagai pusat perbelanjaan modern.
“Kemasan menjadi sangat penting. Produk sederhana seperti keripik singkong saja bisa memiliki nilai jual tinggi karena dikemas dengan menarik. Hal yang sama juga perlu dilakukan Bulog agar produk berasnya semakin diminati masyarakat,” katanya.
Melalui kunjungan tersebut, Ombudsman RI berharap Perum Bulog Cabang Ambon dapat terus menjaga ketersediaan stok pangan, meningkatkan daya saing produk melalui inovasi, serta memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. (***)
Share this ...






