
MBN.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Wane Mailuhu melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Xaverius A1 Ambon, Rabu (11/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa tetap terjaga, menyusul beredarnya informasi mengenai temuan ulat pada salah satu menu program MBG.
Dalam peninjauan itu, Mailuhu bersama pihak sekolah melihat langsung kondisi dapur tempat pengolahan makanan. Ia juga memantau proses penyajian hingga pendistribusian makanan kepada siswa untuk memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur.
Mailuhu menjelaskan, informasi yang sempat viral di media sosial terkait adanya ulat pada makanan program MBG perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, diketahui bahwa kejadian tersebut memang terjadi di SD Xaverius A1 Ambon, bukan di SMP Sageris seperti yang sebelumnya ramai diberitakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, makanan yang diduga terdapat ulat itu pertama kali ditemukan oleh seorang guru yang sedang menyantap hidangan tersebut, bukan oleh siswa.
Dari hasil komunikasi dengan para guru, Mailuhu juga mendapat informasi bahwa selama ini program MBG di sekolah tersebut berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Para guru menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG selama ini berlangsung lancar, dan menu yang diberikan kepada siswa masih sesuai dengan standar yang ditetapkan,” katanya.
Selain meninjau di lingkungan sekolah, Mailuhu juga memastikan proses pengolahan makanan di dapur penyedia dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur agar kualitas dan kebersihan makanan tetap terjamin.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap program MBG perlu melibatkan berbagai pihak, baik dari sekolah maupun pemerintah daerah, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal.
Mailuhu juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memberikan penilaian negatif terhadap program tersebut hanya karena satu kejadian yang belum tentu mencerminkan kondisi keseluruhan.
Menurutnya, program MBG memiliki peran penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi para siswa di sekolah.
Ia pun memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan untuk mendukung program MBG di Ambon masih dalam kondisi aman, termasuk menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Secara umum stok bahan pangan masih mencukupi. Memang ada beberapa komoditas seperti telur yang masa simpannya terbatas sehingga pengirimannya biasanya sekitar dua minggu. Namun secara keseluruhan masih aman,” jelasnya. (***)
Share this ...









