
MBN.com – Momentum Ramadan tahun 2026 dimanfaatkan sebagai ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Festival Ramadan yang dipusatkan di area parkir Zest Hotel Ambon bersama Swiss-Belhotel Ambon. Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara sektor perhotelan dan pelaku UMKM dalam satu ruang kolaboratif yang terbuka bagi masyarakat.
Festival tersebut menghadirkan konsep berbeda dibanding agenda Ramadan pada umumnya. Hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi pusat aktivitas publik yang menampung bazar kuliner, hiburan bernuansa religi, hingga paket buka puasa bersama dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, mewakili Wali Kota Ambon untuk membacakan sambutan, Ia menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai momentum kolektif. Selain memperkuat nilai spiritual, bulan suci juga dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Kota Ambon menilai keterlibatan dunia usaha dalam festival ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perputaran ekonomi lokal. Selama satu bulan penyelenggaraan, UMKM mendapat kesempatan memasarkan produk, memperluas jaringan, dan menjangkau konsumen baru, termasuk tamu hotel dan pengunjung umum.
Cluster General Manager Swiss-Belhotel dan Zest Ambon, Yudi Medianto, menjelaskan bahwa konsep festival dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. Selain mendorong penjualan UMKM, kegiatan ini juga menjadi strategi memperluas pasar hotel selama Ramadan sekaligus memperkuat peran industri perhotelan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya aspek ekonomi, festival ini juga memberi ruang bagi kreativitas generasi muda. Beragam lomba seperti pop religi, peragaan busana muslim, dan pertunjukan seni islami digelar sebagai wadah ekspresi sekaligus pembinaan karakter. Pemerintah menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat ketahanan sosial dengan mengarahkan energi anak muda pada aktivitas positif.
Ketua panitia, Willy Prasetyo, menyampaikan bahwa acara ini dirancang inklusif agar dapat dinikmati berbagai kalangan. Partisipasi komunitas dan seniman lokal diharapkan menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap festival tersebut.
Dengan pendekatan kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas, Festival Ramadan 2026 di Ambon tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga model kolaborasi ekonomi berbasis momentum keagamaan.
Pemerintah berharap inisiatif serupa dapat dikembangkan pada berbagai momentum strategis lainnya guna menjaga stabilitas ekonomi dan mempererat kohesi sosial di Kota Ambon. (***)
Share this ...









