
MBN.COM– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bersama Forkopimda Maluku menghadiri Perayaan Natal Haria Sedunia yang berlangsung di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (29/12/2025). Natal Haria Sedunia 2025 ini merupakan Natal yang paling megah dan spektakuler yang digelar di Maluku tahun 2o25 ini.
Perayaan Natal masyarakat Negeri Haria yang dihadiri anak cucu Negeri Haria dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri tersebut berlangsung penuh khidmat dan sukacita. Kegiatan ini menjadi momentum pulang kampung bagi anak-anak Negeri Haria yang selama ini merantau.
Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya mengajak seluruh umat untuk bersukacita karena Natal dirayakan bersama seluruh orang percaya di seluruh dunia. Ia mengisahkan tentang Yusuf dan Maria kembali ke Betlehem untuk didaftarkan sebagai penduduk negeri itu. Menurutnya, di situlah nilai magis Natal, yang dimaksudkan adalah “pulang kampong”, pulang ke negeri, pulang ke rumah.
“Dan hari ini semua anak Negeri Haria ada di negerinya, di tanah tempat potong pusanya. Mereka yang telah merantau di seluruh penjuru dunia pun pulang ke kampung, pulang ke negeri, ke rumah tua, ke tanah tempat potong pusa. Maka Tindakan ini, Natal Haria Sedunia ini adalah kudus, sebab kita tidak melupakan asal-usul, negeri, rumah, meja makan, meja sembahyang, serta mama-papa dan saudara,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa perayaan Natal Haria Sedunia merupakan wujud nyata penghayatan kearifan lokal dalam falsafah “Hidup Orang Basudara”, yang terus dirawat dan diwariskan lintas generasi melalui Persatuan Masyarakat Leawaka (PUSAKA) Haria. Menyebut Negeri Leawaka Amapati atau Haria, lanjut Gubernur, berarti menyatukan seluruh energi kehidupan anak negeri, masyarakat adat Haria, serta seluruh anak cucu dan pertalian keluarga dalam ikatan darah, kekeluargaan, dan persaudaraan lintas generasi.
“Hal ini menandakan bahwa ‘Hidup Orang Basudara’ merupakan cerminan kasih seperti kasih Kristus yang universal, dan saat ini kita transformasikan menjadi energi positif untuk mendukung perkembangan negeri-negeri kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku menjadikan ikatan persaudaraan sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah, dengan mengajak seluruh masyarakat adat serta diaspora Maluku di seluruh dunia untuk terus berpartisipasi aktif.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, keluarga besar masyarakat Haria, serta semua pihak atas terselenggaranya agenda besar ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan Negeri Haria yang melintasi batas geografis, kuatnya cinta kepada negeri, dan cinta kepada Maluku, par Maluku pung bae,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan Hidup Orang Basudara, mengingat Maluku merupakan laboratorium perdamaian. Sukacita Natal, menurutnya, bukan hanya dirasakan oleh umat Kristiani, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Maluku dalam semangat pela gandong.
“Untuk itu, mari kita jaga stabilitas dan keamanan daerah dengan terus memupuk toleransi antar sesama anak Maluku,” imbaunya.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Gubernur, akan terus bersinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat, termasuk PUSAKA Haria, untuk menerima masukan, saran, dan kritik konstruktif demi kemajuan pembangunan daerah.
“Tidak lupa pula saya menitipkan harapan kita semua sebagai warga bangsa, agar ikatan persaudaraan dan moment-moment penting seperti ini dijadikan pula sarana memperkuat soliditas sosial, membentuk karakter generasi muda menyongsong indonesia emas 2045 seperti visi besar Presiden dan Wakil Presiden RI,’’tandasnya.
Turut hadir dalam perayaan Natal ini, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku , Anggota DPD RI Novita Anakotta, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Kakanwil Agama Provinsi Maluku, Ketua PGI, Ketua MPH Sinode GPM, Pemerintah Kecamatan Saparua, Ketua Majelis Jemaat dan perangkat pelayan Jemaat GPM Haria, Pemerintah Negeri Haria, Ketua dan Pengurus Besar Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (***)
Share this ...











