Kepala BPJN Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, ST, MT, IPU, Asean Eng, GRCE, Menerima Penghargaan Kartini Infrastruktur 2026
Kepala BPJN Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, ST, MT, IPU, Asean Eng, GRCE, Menerima Penghargaan Kartini Infrastruktur 2026

MBN.com – Di tengah tantangan pembangunan Infrastruktur dan kondisi geografis kepulauan yang menantang di Maluku, sebuah catatan prestasi lahir dari tangan dingin seorang pemimpin perempuan. Dr. Ir. Yana Astuti, ST, MT, IPU, Asean Eng, GRCE, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku.

Yana Astuti, resmi dinobatkan sebagai salah satu penerima anugerah Kartini Infrastruktur Nasional 2026. Penghargaan ini bukan hanya seremoni rutin, melainkan pengakuan atas prestasi seorang perempuan dalam sektor infrastruktur yang selama ini didominasi oleh kaum laki – laki.

​Penghargaan yang diinisiasi oleh Majalah Lintas ini memiliki latar belakang filosofis yang kuat, yakni mengapresiasi para perempuan tangguh di sektor konstruksi dan pembangunan nasional. Dalam momentum Hari Kartini tahun 2026 serta peringatan edisi ke-100 media tersebut, ajang ini berupaya memotret bagaimana nilai-nilai emansipasi diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan fisik.

Dimana Infrastruktur tidak lagi dipandang hanya sebagai tumpukan beton dan aspal, melainkan sebagai jembatan kesejahteraan yang dibangun dengan ketelitian dan empati. Dan sosok Yana Astuti dinilai mampu sejauh ini sebagai kepanjangan tangan Pemerimtah Pusat (Kemenyerian PU) di daerah melalui BPJN Maluku.

Puncak apresiasi ini ditandai dengan seremoni penyerahan penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Hotel Ambhara, Jakarta. Momentum tersebut menjadi panggung kehormatan bagi para tokoh perempuan terpilih di hadapan para pemangku kepentingan sektor pekerjaan umum nasional.

Kehadiran Yana Astuti dalam daftar penerima penghargaan tahun ini menegaskan bahwa kepemimpinan dari wilayah timur Indonesia memiliki kualitas yang setara dan patut diperhitungkan di level nasional.

Kriteria untuk mendapatkan penghargaan ini pun tergolong ketat dan berlapis. Tim kurator tidak hanya melihat jabatan struktural, tetapi juga mengukur rekam jejak inovasi, keberlanjutan proyek yang dikelola, serta dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Kemampuan seorang Yana Astuti dalam menyeimbangkan aspek teknis-operasional, dengan manajemen sumber daya manusia di lapangan, juga menjadi poin krusial dalam penilaian, yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Profil Yana Astuti sendiri mencerminkan perpaduan keilmuan yang matang dan praktisi lapangan yang piawai. Dengan gelar doktor dan sederet sertifikasi keahlian tingkat regional ASEAN, beliau membawa standar baru dalam pengelolaan jalan nasional.

Sejak memimpin BPJN Maluku pada Juli 2025, dinamika pembangunan di provinsi seribu pulau ini mengalami pergeseran ke arah yang lebih sistematis dan transparan, meski harus berhadapan dengan kompleksitas logistik daerah kepulauan.

Salah satu alasan mendasar terpilihnya Yana Astuti adalah keberaniannya dalam mengambil keputusan strategis di wilayah yang memiliki kerawanan bencana tinggi. Maluku, dengan karakteristik tanah yang labil dan risiko longsor, menuntut kepemimpinan yang tidak hanya berani di atas kertas, tetapi juga solutif di titik nol proyek. Beliau dikenal sering turun langsung memastikan kualitas material dan ketepatan waktu pengerjaan di ruas-ruas vital yang menghubungkan nadi ekonomi warga.

​Lebih dari itu, Dewan Juri menilai Yana Astuti berhasil mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Dalam setiap proyek jalan dan jembatan, beliau selalu menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dan pelestarian lingkungan sekitar.

Pendekatan “pembangunan dengan hati” ini dianggap mampu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di daerah dan menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

Gaya kepemimpinan Yana Astuti yang kolaboratif juga menjadi sorotan. Beliau mampu menjalin komunikasi lintas sektoral yang efektif, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat di pelosok Maluku. Hal ini sangat krusial mengingat pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur seperti Provinsi Maluku, seringkali terhambat oleh masalah non-teknis seperti pembebasan lahan atau sengketa adat, yang berhasil dicarikan titik temunya melalui dialog yang humanis.

​Kedepannya, tantangan infrastruktur di Maluku diprediksi akan semakin kompleks. seiring dengan target pemerintah untuk mempercepat konektivitas antar-wilayah. Namun, dengan pondasi kepemimpinan yang telah diletakkan oleh Yana Astuti, muncul optimisme, bahwa setiap jengkal jalan yang dibangun, akan mampu menggerakkan roda ekonomi, dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Bumi Raja-Raja.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk berani berkarier di bidang teknik.

Sebagai penyelenggara, Majalah Lintas atau yang secara resmi dikelola di bawah naungan PT Lintas Media Infrastruktur, telah lama memantapkan posisinya sebagai mitra strategis dan corong informasi utama bagi ekosistem Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Selama lebih dari satu dekade, media ini telah menjadi pencatat sejarah transformasi infrastruktur di tanah air melalui laporan mendalam yang teknis sekaligus inspiratif. Melalui malam penganugerahan pada 22 April mendatang, Majalah Lintas terus memperkuat komitmennya dalam memotret dedikasi para insan pembangunan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi negeri. (***)

Share this ...