KONI Ambon Bidik Bibit Pecatur Muda, 90 Siswa SD-SMP Ikuti Turnamen di Pattimura Park
KONI Ambon Bidik Bibit Pecatur Muda, 90 Siswa SD-SMP Ikuti Turnamen di Pattimura Park

MBN.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon mulai memperkuat pembinaan atlet catur sejak usia dini melalui Turnamen Catur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Ambon. Ajang yang melibatkan 90 pelajar tersebut resmi dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Pattimura Park, Kamis (15/10/2026).

Turnamen ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Ambon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KONI Nasional ke-88 yang jatuh pada 15 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Bodewin yang juga menjabat Ketua Umum KONI Kota Ambon menegaskan, olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi kompetisi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, tangguh, disiplin, dan berkarakter.

Menurutnya, catur memiliki nilai pembinaan tersendiri bagi anak-anak karena menuntut kesabaran, konsentrasi, ketelitian dalam menganalisis situasi, serta kemampuan menyusun strategi sebelum mengambil keputusan.

“Tentu harapan kita bahwa dari turnamen ini, paling tidak, yang pertama memberikan kesempatan kepada pecatur muda, anak-anak SD dan SMP supaya mereka memiliki cukup waktu dan ruang untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, bakat, dan skill mereka,” ujar Bodewin.

Ia berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial peringatan HUT KONI, tetapi menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur perkembangan keterampilan mereka melalui pertandingan yang kompetitif.

Komitmen pembinaan atlet muda itu juga diarahkan pada kesempatan bertanding di tingkat nasional. KONI Kota Ambon bersama Pengcab Percasi Kota Ambon berencana memfasilitasi pengiriman dua hingga empat atlet catur pelajar terbaik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Tangerang.

Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi atlet muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan pecatur Kota Ambon agar mampu bersaing pada kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

Bodewin optimistis, melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kesempatan berkompetisi, Kota Ambon berpeluang melahirkan pecatur muda yang mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Namun, menurutnya, pembinaan bakat anak tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi olahraga. Dukungan pihak sekolah dan guru pendamping juga diperlukan agar siswa mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi mereka di luar kegiatan akademik.

Bodewin mengingatkan para guru pendamping agar memberikan izin dan ruang kepada siswa yang ingin mengikuti kompetisi olahraga. Pengembangan bakat tersebut, katanya, harus berjalan seimbang dengan kewajiban pendidikan formal di sekolah.

Ia menilai, kemampuan anak tidak semestinya hanya diukur melalui capaian akademik, sebab setiap anak memiliki potensi dan keunggulan berbeda yang perlu dikenali serta dikembangkan secara tepat.

“Mereka pintar main catur, sama dengan pintar matematika, bahasa Inggris dan lain-lain. Ke arah sanalah mestinya kita bina generasi muda kota Ambon, tidak harus generalis tetapi bisa spesifik kepada apa yang menjadi bakat dan kemampuan mereka. Itu baru namanya anak yang berprestasi,” tandasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pola pembinaan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan organisasi olahraga, bakat yang dimiliki para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana dari Pengcab Percasi Kota Ambon, Mecky Pentury, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen catur tingkat SD dan SMP se-Kota Ambon tersebut diikuti sebanyak 90 peserta.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kota Ambon dan KONI dapat terus berlanjut sehingga kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT KONI, tetapi dapat ditetapkan sebagai agenda rutin tahunan Percasi Kota Ambon.

Penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan dinilai penting untuk memperluas kesempatan bertanding bagi pelajar, memetakan potensi atlet sejak dini, serta mempersiapkan regenerasi pecatur Kota Ambon.

Dengan melibatkan pelajar dari jenjang pendidikan dasar dan menengah, turnamen ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun pembinaan catur yang lebih terarah, konsisten, dan berorientasi pada prestasi.

Dukungan terhadap pembinaan atlet usia dini pun menjadi faktor penting agar potensi yang muncul dari kompetisi tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dikembangkan melalui latihan, pendampingan, dan keikutsertaan dalam kejuaraan berikutnya. (***)

Share this ...