
MBN.com – Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Di tengah tantangan pemenuhan gizi dan kualitas hidup lansia, penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan kesehatan warga di tingkat akar rumput.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua Tim Pembinaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kota Ambon, Ny. Lisa Wattimena, saat melakukan peninjauan lapangan di wilayah Kecamatan Nusaniwe, Kamis (19/2/2026). Kunjungan kerja ini menyasar dua titik utama, yakni Posyandu Nehel II di Negeri Amahusu dan Posyandu Irene di Negeri Latuhalat.
Fokus Tumbuh Kembang.
Dalam dialognya bersama warga, Lisa Wattimena menitikberatkan pada pentingnya pengawasan ketat terhadap tumbuh kembang balita. Masa balita dipandang sebagai periode krusial yang menentukan kualitas kesehatan jangka panjang seorang anak.
Menurut Lisa Wattimena, keterlibatan aktif keluarga adalah kunci utama dalam menekan risiko tengkes (stunting) sejak dini. Orang tua diharapkan tidak lengah dan konsisten melakukan pemantauan pertumbuhan anak setiap bulan di Posyandu.
”Pemantauan pertumbuhan anak perlu dilakukan secara rutin setiap bulan. Orang tua diminta tidak mengabaikan masa balita yang merupakan periode krusial bagi pembentukan kesehatan jangka panjang anak,” ujar Lisa.
Selain edukasi kepada orang tua, perhatian juga diarahkan kepada para kader Posyandu. Sebagai ujung tombak pelayanan, para kader diminta untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Lisa Wattimena berharap para kader tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mampu menjadi penggerak utama dalam pendataan dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan di lingkungannya masing-masing.
Tidak hanya menyasar kelompok usia dini, penguatan layanan kesehatan di Ambon juga merambah kelompok lanjut usia (lansia). Di Negeri Latuhalat dan Dusun Seri, Lisa Wattimena secara khusus memperkenalkan Program Sekolah Lansia.
Program inovatif ini dirancang agar para lansia di Kota Ambon tetap memiliki ruang untuk belajar dan beraktivitas secara mandiri. Tujuannya jelas: mewujudkan masa tua yang sehat, aktif, dan produktif.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan enam indikator SPM bidang kesehatan dapat dirasakan secara merata, mulai dari balita hingga kelompok usia senja. (***)
Share this ...









