Menjaga Tumbuh Kembang Balita di Ambon Menuju Generasi Emas 2045
Menjaga Tumbuh Kembang Balita di Ambon Menuju Generasi Emas 2045

MBN.COM – Upaya memutus rantai stunting di Kota Ambon, terus diakselerasi melalui penguatan peran posyandu, sebagai basis pertahanan kesehatan keluarga paling mendasar. Langkah ini diambil guna memastikan setiap anak di Kota Ambon, mendapatkan hak pertumbuhan yang optimal demi menyongsong visi besar Generasi Emas 2045.

Dan ​Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kota Ambon menjadi motor penggerak yang turun langsung ke lapangan. Pada pekan ini, perhatian tertuju pada Posyandu Cempaka yang berlokasi di Negeri Passo, Kecamatan Baguala. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya sistematis, untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak secara berkala di wilayah sub-urban kota.

​Kehadiran TP-PKK bukan sekadar seremoni pemberian bantuan, melainkan membawa misi edukasi bagi para orang tua. Fokus utama intervensi diarahkan pada kelompok paling rentan, yakni bayi di bawah usia dua tahun (baduta), ibu hamil, serta ibu menyusui. Kelompok ini adalah penentu dalam seribu hari pertama kehidupan yang krusial bagi perkembangan kognitif dan fisik anak.

​Dalam kunjungan tersebut, TP-PKK menyalurkan bantuan berupa 20 dus susu bernutrisi dan perangkat alat timbangan antropometri. Keberadaan timbangan yang akurat di tingkat posyandu sangat vital. Tanpa alat ukur yang presisi, deviasi atau kegagalan pertumbuhan pada anak sering kali terlambat dideteksi oleh orang tua maupun tenaga kesehatan.

​Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ny. Lisa Wattimena, menekankan bahwa kesehatan anak-anak hari ini adalah cerminan kualitas masa depan Ambon. Ia mengingatkan bahwa penanganan tengkes tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan di tingkat keluarga.

​”Kami terus berupaya memastikan Kota Ambon bebas dari stunting. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak kita berada dalam tren pertumbuhan yang baik. Ini adalah kerja panjang demi mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat dan kompetitif,” ujar Lisa Wattimena dengan tegas.

​Lebih lanjut, Lisa menjelaskan bahwa bantuan alat timbangan yang diberikan bertujuan untuk memperkuat kemandirian posyandu dalam hal validasi data. Menurutnya, data yang akurat adalah kompas utama dalam menentukan jenis intervensi gizi yang akan diberikan kepada masyarakat.

​”Bantuan alat timbangan ini kami harapkan dapat membantu para kader posyandu dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin dan akurat. Ketepatan data sangat penting agar kita tidak salah dalam mengambil langkah penanganan,” tambahnya.

​Tantangan kesehatan publik ini disadari tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang inklusif, seperti sinergi yang terjalin dengan BKKBN Provinsi Maluku dan pihak swasta melalui bantuan pangan berupa protein hewani.

​”Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan pihak swasta, kami berharap upaya percepatan penurunan stunting di Kota Ambon dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Kolaborasi adalah kunci utama keberhasilan kita,” ungkap Lisa.

​Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para ibu di Negeri Passo, untuk lebih aktif mendatangi posyandu. Baginya, kesadaran kolektif adalah benteng terkuat dalam melindungi anak-anak dari ancaman gizi buruk.

​”Pemberian bantuan ini bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat serta memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mari kita pastikan tidak ada satu pun anak Ambon yang luput dari perhatian medis,” pungkasnya. (***)

Share this ...