Pasca Konflik Warga Mamala Morela, Pemprov Maluku Tekankan Perdamaian dan Perbaiki Rumah Warga
Pasca Konflik Warga Mamala Morela, Pemprov Maluku Tekankan Perdamaian dan Perbaiki Rumah Warga

MBN.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyampaikan sikap resmi Pemerintah Provinsi Maluku terkait insiden konflik antarwarga yang terjadi antara Negeri Morella dan Negeri Mamala di Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam keterangannya, Lewerissa mengatakan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah negeri, serta warga dari kedua wilayah yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku sangat menyesalkan terjadinya konflik yang menimbulkan kerusakan serta keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menyesalkan kejadian ini. Pemerintah berharap situasi dapat segera kembali kondusif dan masyarakat dari kedua negeri dapat hidup rukun seperti sebelumnya,” ujarnya.

Lewerissa juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu menangani dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, upaya perbaikan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah daerah setempat.

“Dalam waktu dekat kami akan mulai memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak. Ini menjadi komitmen pemerintah provinsi dengan dukungan pemerintah kabupaten dan pihak terkait,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menggelar pertemuan lanjutan dengan para raja serta perwakilan masyarakat dari Negeri Morella guna mencari solusi damai yang dapat diterima semua pihak.

Pemerintah berharap kedua negeri dapat segera mengakhiri berbagai tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi, termasuk pemblokiran jalan, dan kembali membangun hubungan yang harmonis secara permanen.

Lewerissa juga mengimbau masyarakat agar menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kalau pun ada persoalan hukum, biarlah diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Yang terpenting sekarang adalah kita semua melihat ke depan, saling menghargai, dan menjaga kedamaian,” pungkasnya. (***)

Share this ...