Pemkot Ambon Perangi Tragedi Nol Buku
Pemkot Ambon Perangi Tragedi Nol Buku

MBN.com – Pemerintah Kota Ambon mulai menerapkan langkah konkret untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar sekolah dasar. Salah satu kebijakan yang akan diberlakukan adalah kewajiban bagi setiap siswa SD untuk membaca sedikitnya satu buku dalam satu minggu sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca sejak usia dini.

Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, S.Sos., saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Kamari, Ambon, Senin (20/7/2026).

Dalam sambutannya, Elly mengungkapkan bahwa kondisi literasi anak-anak Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat minat baca anak-anak Indonesia baru mencapai 17,66 persen, sedangkan konsumsi media digital seperti YouTube dan TikTok telah menyentuh 91,67 persen dengan rata-rata waktu penggunaan sekitar empat hingga lima jam setiap hari.

“Katong (kita) punya tabel sudah terbalik. Anak-anak dan orang tua lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton ketimbang membaca. Durasi membaca orang Indonesia rata-rata kurang dari 1 jam per hari, jauh di bawah standar UNESCO yang meminta 4 sampai 6 jam sehari,” ujar Elly.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama mengatasi fenomena yang kini dikenal sebagai “Tragedi Nol Buku”, yakni rendahnya budaya membaca di kalangan peserta didik.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemerintah Kota Ambon menyelaraskan kebijakan pendidikan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satunya melalui penghapusan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digantikan dengan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning yang lebih menitikberatkan pada penguatan kemampuan literasi.

Melalui program tersebut, setiap siswa diwajibkan menyelesaikan minimal satu judul buku setiap minggu. Setelah membaca, siswa tidak hanya diminta memahami isi bacaan, tetapi juga menyampaikan kembali cerita yang dibaca melalui kegiatan bertutur serta menuliskannya dalam bentuk ringkasan, rangkuman, maupun resensi.

Selain itu, Elly juga mendorong seluruh sekolah dasar di Kota Ambon untuk menghidupkan program Library Day setiap hari Kamis. Pada kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan meminjam buku untuk dibaca selama satu minggu sekaligus memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan berbahasa.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota turut menyoroti rendahnya partisipasi sekolah dalam pengumpulan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Dari 246 sekolah yang menjadi target, baru 115 sekolah yang telah mengirimkan data.

Karena itu, Elly mengimbau seluruh kepala satuan pendidikan dasar agar memperkuat koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon sehingga proses pendataan dapat berjalan optimal sekaligus menjadi dasar penyusunan program peningkatan literasi di sekolah.

Ia berharap pelaksanaan Lomba Bertutur tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya membaca yang berkelanjutan serta melahirkan generasi muda Ambon yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap dunia literasi. (***)

Share this ...