Setengah Abad Melintas Zaman, SD Inpres 21 Ambon Siap Menjemput Generasi Emas
Setengah Abad Melintas Zaman, SD Inpres 21 Ambon Siap Menjemput Generasi Emas

MBN.com – Perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan dalam menempa karakter generasi muda di Timur Indonesia kembali menorehkan catatan sejarah. Sabtu (11/4/2026), Sekolah Dasar (SD) Inpres 21 Ambon merayakan usia emasnya yang ke-50.

Perayaan ini bukan sekedar seremoni angka, melainkan momentum refleksi atas dedikasi sekolah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1976 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tanah Maluku.

​Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi mendalam terhadap eksistensi sekolah yang telah menjadi saksi bisu dinamika pendidikan di kota ini. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Edi Tasso, yang hadir membacakan sambutan Wali Kota Ambon, menyebutkan bahwa usia setengah abad adalah bukti nyata kontribusi yang tidak terputus. Sekolah ini dipandang sebagai kawah candradimuka yang telah melahirkan ribuan alumni dengan beragam pencapaian karakter dan prestasi.

“50 tahun bukanlah waktu yang singkat. Setengah abad lamanya sekolah ini berdiri dan terus memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan,” ujar Edi Tasso saat membacakan sambutan resmi Walikota Ambon tersebut.

Di tengah suasana haru, ia menekankan bahwa keberlanjutan SD Inpres 21 merupakan hasil dari kerja keras kolektif yang telah melewati berbagai tantangan zaman, mulai dari era konvensional hingga kini memasuki gerbang digitalisasi.

​Penghormatan khusus juga dialamatkan kepada para perintis pendidikan di sekolah tersebut. Pemkot Ambon memandang peran para pendiri, mantan kepala sekolah, hingga guru-guru senior sebagai “pelita” yang tak kunjung padam.

Tanpa fondasi kuat yang mereka letakkan di masa lalu, sulit bagi institusi ini untuk tetap tegak berdiri menghadapi tuntutan standar pendidikan modern yang kian kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Memasuki usia emas, SD Inpres 21 Ambon mengusung tema “Inspirasi Masa Depan, Wujudkan Generasi Emas”. Tema ini dipandang sebagai komitmen untuk tidak berhenti pada romantisme masa lalu.

Sebaliknya, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melakukan proyeksi ke depan, terutama dalam mengadopsi inovasi teknologi. Penguasaan teknologi informasi kini menjadi syarat mutlak agar sumber daya manusia yang dihasilkan mampu bersaing di panggung global.

Namun, di balik optimisme digitalisasi, terselip pesan kewaspadaan yang cukup serius. Pemerintah mengingatkan bahwa ruang siber tidak hanya menawarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga celah bagi infiltrasi nilai-nilai negatif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi masuknya paham radikalisme melalui platform digital dan permainan daring yang kini sangat dekat dengan keseharian anak-anak sekolah dasar.

“Fenomena ini telah menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Ambon. Namun upaya pencegahan terus dilakukan agar tidak berkembang di lingkungan satuan pendidikan,” tegasnya.

Kewaspadaan ini menjadi krusial mengingat anak usia sekolah dasar berada pada fase pembentukan jati diri yang sangat rentan terhadap pengaruh eksternal yang tidak terfilter dengan baik oleh pendampingan orang dewasa.

​Oleh karena itu, sinergi antara guru dan orang tua murid menjadi kunci utama dalam melakukan pengawasan. Pendidikan karakter di sekolah harus berjalan beriringan dengan pengawasan pola asuh di rumah. Perayaan HUT ke-50 ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh elemen pendidikan di Ambon untuk meningkatkan standar kualitas pengajaran yang berintegritas, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara moral.

Menutup rangkaian refleksi tersebut, terselip harapan agar SD Inpres 21 Ambon terus konsisten dalam mencetak generasi unggul. Sebagai institusi yang telah teruji waktu, sekolah ini diharapkan tetap menjadi kompas bagi arah pendidikan di Kota Ambon, yang mampu memadukan kearifan lokal dengan kemajuan zaman demi menyongsong Indonesia Emas di masa mendatang. (***)

Share this ...