
MBN.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, membuka workshop bertajuk “Business Feasibility Bootcamp untuk BUMDes” yang digelar di Hotel Pasific Ambon, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas profesional pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kota Ambon.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Ambon,yang dibacakan Wakil Wali Kota ditegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi, menyediakan jasa pelayanan, serta menjalankan berbagai jenis usaha lainnya guna sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.
Toisutta menekankan, membangun BUMDes tidak cukup hanya dengan penyertaan modal, baik dari pemerintah desa, masyarakat, maupun kerja sama dengan pihak ketiga.
Diperlukan kesiapan kelembagaan yang kuat, dasar hukum dan legalitas yang jelas, tata kelola organisasi yang baik, serta sumber daya manusia yang jujur, kompeten, dan profesional. Selain itu, perencanaan usaha harus disusun secara matang dengan mengacu pada potensi dan karakteristik masing-masing desa atau negeri.
“Kegiatan workshop ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola BUMDes agar mampu menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Toisutta.
Ia menegaskan, di tengah dinamika dan persaingan ekonomi yang semakin kompleks, BUMDes tidak hanya dituntut menjalankan usaha, tetapi juga memastikan setiap unit usaha yang dikembangkan benar-benar layak secara finansial, operasional, maupun pasar.
Pemerintah Kota Ambon berharap para peserta memahami pentingnya studi kelayakan bisnis, mulai dari analisis pasar untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan, aspek teknis operasional, perencanaan keuangan yang realistis, hingga manajemen risiko. Dengan pendekatan tersebut, BUMDes diharapkan mampu mengambil keputusan usaha yang tepat, meminimalkan risiko kerugian, serta memaksimalkan potensi desa demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Workshop ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar pengelola BUMDes dari berbagai kecamatan di Kota Ambon. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang jejaring kerja sama dengan pihak ketiga seperti lembaga keuangan, badan usaha swasta, dan institusi terkait yang dapat mendukung pengembangan ekonomi desa.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa,” tegasnya.
Elly Toisutta juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh dalam praktik pengelolaan BUMDes di wilayah masing-masing, sebagai langkah konkret menuju kemandirian ekonomi desa di Kota Ambon. (***)
Share this ...









