Wali Kota Ambon Dorong Jukulele Jadi Penguat Identitas Budaya dan Persaudaraan
Wali Kota Ambon Dorong Jukulele Jadi Penguat Identitas Budaya dan Persaudaraan

MBN.com – Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pengembangan musik tradisional sebagai bagian penting dari penguatan identitas budaya sekaligus pembangunan karakter generasi muda. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka secara resmi Final Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon Tahun 2026, Senin (31/8/26).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang akan diperingati pada 7 September mendatang. Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan, Jukulele memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar alat musik untuk hiburan. Menurutnya, Jukulele merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan persaudaraan masyarakat Ambon atau orang basudara.

Ia juga menyinggung status Ambon yang telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Kota Musik Dunia (City of Music). Menurut Bodewin, predikat tersebut harus diikuti dengan langkah nyata untuk membangun dan mengembangkan ekosistem musik serta seni di daerah.

“Jukulele mesti menjadi alat pemersatu kita untuk bersama-sama menghidupkan musik serta membangun hubungan persaudaraan di Kota Ambon. Pengakuan UNESCO bukanlah sekadar narasi atau label, tetapi motivasi untuk mencetak musisi hebat yang mampu tampil di panggung nasional maupun internasional,” tegas Bodewin.

Untuk mendukung target tersebut, Bodewin menginstruksikan Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon agar memastikan kurikulum musik kembali diaktifkan dan berjalan pada seluruh jenjang pendidikan SD dan SMP. Menurutnya, penguatan pendidikan musik sejak usia sekolah merupakan bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi muda Ambon menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Dalam waktu satu bulan, pastikan kurikulum musik terus berjalan di sekolah-sekolah. Kita membentuk karakter generasi muda lewat musik yang mengajarkan kerja sama, menekan ego, dan menciptakan harmoni,” lanjutnya.

Tak hanya berbicara mengenai penguatan pendidikan musik, Pemerintah Kota Ambon juga telah menyiapkan target yang lebih besar untuk pelaksanaan lomba Jukulele pada tahun mendatang. Bodewin mencanangkan agar agenda tersebut dapat diarahkan pada upaya memecahkan rekor MURI atau bahkan rekor dunia, melalui pengumpulan pemain Jukulele dalam jumlah terbesar.

Rencana tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Ambon sebagai kota yang memiliki identitas musik sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi para musisi dan generasi muda. Dalam kesempatan itu, Bodewin juga menyampaikan apresiasi kepada DPD Laski Nusantara Jaya Kota Ambon, Tim Penggerak PKK Kota Ambon, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta jajaran dewan juri profesional yang telah terlibat dalam pelaksanaan lomba. Dewan juri dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Ronnie Lopies dari Ambon Music Office (AMO).

Di penghujung sambutannya, Bodewin turut menyampaikan kabar mengenai prestasi lain yang berhasil diraih Kota Ambon. Ia mengatakan, Ambon berhasil menjadi Juara 1 Tingkat Nasional Kategori Kota dalam Financial Literacy Award 2026 yang diselenggarakan oleh OJK dan TPAKD.

Prestasi tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi berbagai pihak dapat menghasilkan capaian yang membanggakan bagi Kota Ambon.  (***)

Share this ...