Wattimena Resmikan 169 Rumah Subsidi di Ambon, Harga Mulai Rp185 Juta
Wattimena Resmikan 169 Rumah Subsidi di Ambon, Harga Mulai Rp185 Juta

MBN.com – Pembangunan hunian ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bersama pihak pengembang PT Maluku Drop Core, Jumat (14/8/2026), di kawasan Lorong Sekot, Farmasi Atas.

Menurutnya, Kota Ambon telah memperoleh alokasi pembangunan rumah subsidi pada tahap pertama program tiga juta rumah. Namun, persoalan ketersediaan lahan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaannya.

“Pada tahap pertama ini kami mendapatkan alokasi khusus untuk Kota Ambon. Salah satu tantangan kami adalah masalah lahan, karena ketersediaan lahan semakin sulit diperoleh,” kata Wattimena.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Ambon terus membangun kerja sama dengan pihak pengembang, perbankan maupun instansi terkait. Pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan guna mempercepat realisasi program subsidi pemerintah. Melalui PT Maluku Drop Core, sebanyak 169 unit rumah kini mulai dibangun di kawasan Sharon Griya Nusaniwe.

Hunian yang dibangun menggunakan tipe 32/60, dengan luas bangunan 32 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi. Harga setiap unit ditetapkan sebesar Rp185 juta , sudah termasuk tanah.

Masyarakat dapat memanfaatkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera dengan dukungan penyalur bank, yakni BTN, BNI, Bank Mandiri dan BRI. Skema pembiayaan tersebut memberikan kemudahan berupa uang muka mulai satu persen dengan jangka waktu kredit hingga 20 tahun. Wattimena menilai skema tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat rendah di Kota Ambon untuk memiliki rumah sendiri.

“Rumah bukan sekedar tempat tinggal atau bangunan fisik. Di rumah itulah kita bersama keluarga membangun kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketersediaan hunian yang layak memiliki hubungan erat dengan kualitas kehidupan keluarga. Menurutnya, permasalahan kemiskinan dan berbagai permasalahan sosial akan semakin sulit diatasi jika masyarakat masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan.

Oleh karena itu, Wali Kota meminta pihak pengembang tetap mempertahankan kualitas bangunan meskipun unit yang dibangun merupakan rumah subsidi.

“Saya titip kualitasnya. Jangan sampai karena harganya sudah ditetapkan, kemudian mengorbankan kualitas bangunan. Upaya kita untuk menyediakan rumah yang layak bagi masyarakat harus tercapai,” tegasnya.

Selain kualitas bangunan, Wattimena mengingatkan agar kebutuhan infrastruktur dasar dipersiapkan sejak tahap awal pembangunan. Fasilitas tersebut meliputi air bersih, akses jalan, drainase, talud serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Ia bahkan meminta Direktur Perumda Tirta Yapono berkoordinasi dengan pengembang agar masalah ketersediaan air bersih dapat diantisipasi sebelum rumah mulai mengatur.

“Pastikan kalau rumah jadi, air juga masuk. Jangan sampai rumah sudah jadi, kembali kesulitan mendapatkan air bersih. Dari awal harus direncanakan dengan baik,” katanya.

Wattimena menilai kawasan Sharon Griya Nusaniwe memiliki prospek untuk berkembang menjadi lingkungan perumahan yang nyaman bagi masyarakat. Namun, pembangunan perumahan menurutnya tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian unit rumah.

Infrastruktur pendukungnya harus dibangun secara bersamaan agar tidak menimbulkan masalah setelah masyarakat mulai menempati kawasan tersebut. Ia juga mengingatkan pengembang agar akses jalan, drainase dan talud tidak baru berpikir setelah seluruh rumah selesai dibangun.

Sementara itu, Direktris PT Maluku Drop Core, Elok Andries, mengatakan pembangunan Sharon Griya Nusaniwe merupakan wujud komitmen perusahaan bersama pemilik lahan dalam mendukung program pemerintah menghadirkan perumahan yang layak sekaligus terjangkau bagi masyarakat. (***)

Share this ...