
MBN.com – Pemerintah Kota Ambon mulai mematangkan persiapan ratusan calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Bertempat di Asrama Haji Waiheru, Kamis, 16 April 2026, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta membuka secara resmi bimbingan manasik bagi para tamu Allah tersebut.
Dalam seremoni yang ditandai dengan pemukulan tifa, Toisutta membacakan pesan tertulis dari Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Pesan utamanya sederhana namun krusial: kesehatan adalah modal utama. Mengingat ibadah haji merupakan prosesi yang menguras fisik, para jemaah diminta mulai menyetel pola hidup sehat jauh sebelum jadwal keberangkatan.
”Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga spiritual yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap syariat,” ujar Toisutta saat membacakan sambutan tersebut.
Manasik ini dirancang sebagai simulasi agar para jemaah tak gagap saat berada di Mekkah maupun Madinah. Harapannya, setiap jemaah mampu menjalankan rukun dan wajib haji secara mandiri tanpa harus terus-menerus bergantung pada pembimbing.
Tak sekadar memberikan wejangan, Pemerintah Kota Ambon mengklaim telah menyiapkan sejumlah instrumen pendukung untuk memfasilitasi 462 calon jemaah. Dukungan tersebut meliputi, Pemeriksaan kesehatan berkala oleh dinas terkait, Bimbingan teknis intensif.,Akomodasi transportasi saat keberangkatan dan kepulangan, dan Pemberian uang saku tambahan bagi para jemaah.
Pemerintah juga menyoroti situasi geopolitik di Timur Tengah yang dinamis. Jemaah diimbau untuk tidak bertindak sendiri-sendiri dan wajib patuh pada instruksi petugas demi menjamin keamanan selama di Arab Saudi.
Sementara itu Ketua Panitia, Amir Machmud Latar, merinci bahwa rombongan tahun ini 462 orang didominasi oleh perempuan, yakni sebanyak 286 orang, sementara jemaah laki-laki berjumlah 176 orang.
”Jumlah ini merupakan hasil final setelah melalui berbagai proses administrasi dan mutasi,” kata Amir.
Uniknya, rentang usia jemaah tahun ini cukup lebar. Tercatat, Rizki Fauzia binti Alimuddin menjadi jemaah termuda dengan usia yang baru menginjak 20 tahun 7 bulan. Di sisi lain, semangat ibadah juga ditunjukkan oleh Abu Bakar Mewal bin H. Abdurrahman, jemaah tertua yang tahun ini genap berusia 84 tahun 8 bulan.
Agenda manasik yang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon ini turut dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan instansi terkait, menandai dimulainya fase krusial sebelum pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi. (***)
Share this ...














