Wawali Ambon Hadiri Milad ke-58 SMP Muhammadiyah, Wali Kota Apresiasi Capain Prestasi Siswa hingga Nasional
Wawali Ambon Hadiri Milad ke-58 SMP Muhammadiyah, Wali Kota Apresiasi Capain Prestasi Siswa hingga Nasional

MBN.com — Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi membuka perayaan Milad ke-58 SMP Muhammadiyah Ambon yang berlangsung di lingkungan sekolah, kawasan Wara, Jumat (17/4/2026). Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian prestasi sekolah yang telah menembus tingkat nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku beserta jajaran, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Maluku, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Ambon, Raja Negeri Batu Merah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Wawali, disampaikan penghargaan khusus kepada kepala sekolah dan para tenaga pendidik yang dinilai berhasil membina siswa hingga mampu berprestasi dari level daerah sampai nasional.

“Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Ambon. Kami sangat mengapresiasi dedikasi para guru yang tanpa lelah mendidik dan membimbing siswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa usia ke-58 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang SMP Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul. Sekolah ini dinilai tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, moral, serta nilai-nilai keislaman.

Perayaan Milad semakin semarak dengan adanya penampilan kreativitas siswa melalui berbagai pentas seni.

Menurut Wali Kota, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak terbatas di ruang kelas, tetapi juga melalui pengembangan bakat dan interaksi sosial.

“Pembelajaran dapat berlangsung di mana saja. Kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri siswa,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan para pelajar agar terus memiliki cita-cita besar serta menjauhi perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Para siswa diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang membawa Ambon ke arah yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Ambon, Ardon Jamdin, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama pihak sekolah. Baru-baru ini, sekolah telah melakukan seleksi tenaga pendidik baru guna memperkuat kualitas pembelajaran.

“Kami ingin memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang lebih optimal. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengiriman siswa ke Pondok Pesantren Muhammadiyah di Solo dan lembaga kursus bahasa Inggris di Pare, Kediri,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi program Full Day School yang mulai diterapkan tahun ini bertujuan menjawab kekhawatiran orang tua terkait penurunan karakter remaja. Program tersebut lebih menitikberatkan pada pembelajaran Al-Qur’an dan pembinaan spiritual siswa. Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun sangat tinggi.

“Alhamdulillah, kuota kelas yang kami buka sudah terpenuhi sejak awal pendaftaran,” tambahnya.
Meski mencatat berbagai prestasi dan inovasi, SMP Muhammadiyah Ambon masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Dari total 13 rombongan belajar, sekolah baru memiliki 7 ruang kelas. Kondisi ini memaksa penerapan sistem belajar bergantian pagi dan siang.

Selain itu, ruang laboratorium dan perpustakaan sementara dialihfungsikan menjadi ruang kelas. Bahkan saat pelaksanaan ujian TKA kelas 9, pihak sekolah harus menggunakan fasilitas milik SMK karena keterbatasan sarana.

“Kami sangat berharap dukungan pemerintah, khususnya dalam pembangunan laboratorium dan perpustakaan, agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal,” harapnya.

Kendati demikian, pihak sekolah tetap mendorong siswa untuk terus berprestasi dan siap menghadapi berbagai kompetisi dengan target kembali meraih penghargaan di tingkat nasional.

Perayaan Milad diawali dengan seremoni pembukaan yang ditandai dengan penyalaan kembang api oleh Wawali bersama kepala sekolah dan para pemangku kepentingan lainnya. (***)

Share this ...