Pahami Lima Bahasa Kasih, TP-PKK Ambon Dorong Keluarga Bangun Relasi Positif dengan Anak
Pahami Lima Bahasa Kasih, TP-PKK Ambon Dorong Keluarga Bangun Relasi Positif dengan Anak

MBN.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon menggandeng Hope Worldwide Indonesia untuk memperkuat pemahaman kader mengenai pola komunikasi dan kasih sayang yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Pentingnya Memahami Bahasa Kasih dalam Membangun Hubungan yang Positif dengan Anak”, yang berlangsung di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini diikuti para kader PKK dengan menghadirkan dua narasumber dari Jakarta, yakni Danang Esitoro dan Yuka Esitoro. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan Lima Bahasa Kasih Anak sebagai salah satu pendekatan dalam memahami kebutuhan emosional anak.

Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengatakan kasih sayang memiliki peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, perhatian kepada anak tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui komunikasi, waktu bersama, pelayanan, serta sentuhan kasih sayang.

“Anak-anak membutuhkan kasih sayang yang diberikan secara tepat. Karena itu, orang tua dan keluarga perlu memahami bagaimana cara anak menerima dan merasakan kasih sayang,” ungkapnya saat membuka kegiatan tersebut.

Dalam sosialisasi itu, peserta diperkenalkan dengan lima bentuk bahasa kasih yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Kelima bentuk tersebut meliputi kata-kata pujian atau afirmasi, waktu berkualitas, pemberian hadiah, dilayani atau memberikan pelayanan, serta sentuhan fisik.

Para narasumber menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan emosional anak tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang bernilai mahal. Hal-hal sederhana dalam keseharian justru dapat menjadi bentuk kasih sayang yang bermakna bagi anak.

“Kadang-kadang anak tidak membutuhkan sesuatu yang mahal. Mereka hanya ingin didengarkan, ditemani, dipuji ketika melakukan sesuatu yang baik, dan merasakan kehadiran orang tua di tengah-tengah mereka,” jelas narasumber.

Lisa Wattimena menilai pemahaman tentang lima bahasa kasih tersebut penting bagi kader PKK. Sebab, kader memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pengetahuan dan edukasi kepada keluarga di lingkungan masing-masing.

Ia berharap materi yang diperoleh para kader melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan sekaligus diteruskan kepada keluarga dan masyarakat secara lebih luas.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat. Kader PKK harus menjadi penggerak dalam membangun keluarga yang penuh kasih sayang dan ramah terhadap anak,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya TP-PKK Kota Ambon dalam memperkuat peran keluarga dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Melalui pendekatan yang sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta mudah diterapkan, TP-PKK Kota Ambon mendorong terciptanya pola pengasuhan yang semakin mampu menjawab kebutuhan emosional anak dan membangun hubungan positif antara anak dengan keluarga. (***)

Share this ...