
MBN.com – Persoalan pencemaran sampah di Teluk Ambon hingga ancaman sedimentasi terhadap ekosistem bawah laut menjadi perhatian Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Ia menegaskan, berbagai persoalan lingkungan tersebut membutuhkan kajian ilmiah dan kolaborasi lintas sektor agar dapat menghasilkan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Wattimena saat menutup kegiatan The 2nd International Conference on Environmental Science, Agriculture, and Sustainability (ICESAS), yang dirangkaikan dengan puncak perayaan Dies Natalis ke-22 Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti), Rabu (28/10/2026), di The Natsepa Hotel, Suli, Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam sambutannya, Wattimena memberikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ilmiah berskala internasional tersebut. Menurutnya, Ambon dan Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam, laut, serta kawasan pesisir yang sangat besar. Namun, potensi tersebut juga dihadapkan pada tantangan ekologis yang membutuhkan perhatian serius.
Ia menilai, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan biasa, tetapi perlu didukung penelitian, pertukaran pengetahuan, serta rekomendasi berbasis sains yang dapat diterapkan dalam kebijakan pembangunan.
“Kita diperhadapkan pada berbagai tantangan seperti pencemaran sampah yang masuk ke Teluk Ambon hingga persoalan sedimentasi yang terus mengancam ekosistem bawah laut. Masalah-masalah ini harus dikaji dan didiskusikan dalam forum ilmiah berbasis pengetahuan (science-based) agar menghasilkan solusi yang tepat dan dapat diterapkan,” tegas Bodewin.
Lebih jauh, Wali Kota menggarisbawahi dua hasil penting yang diharapkan lahir dari konferensi internasional tersebut.
Pertama, diseminasi inovasi dan penelitian, melalui pertukaran hasil riset serta inovasi berkualitas di bidang lingkungan, pertanian, dan pembangunan berkelanjutan. Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor, dengan membangun jejaring akademis dan kemitraan strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku industri, serta berbagai mitra pembangunan.
Bagi Pemerintah Kota Ambon, hasil konferensi tersebut memiliki nilai strategis apabila dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, Wattimena menyambut baik prosiding dan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan melalui forum tersebut. Ia berharap seluruh rumusan akademis tidak hanya menjadi dokumen ilmiah, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan.
Menurutnya, implementasi hasil penelitian dan rekomendasi kebijakan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Selama ini Unpatti telah menjadi mitra strategis Pemkot Ambon. Kami berharap kolaborasi lintas disiplin ini terus berlanjut demi mewujudkan pembangunan Kota Ambon yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penutupan ICESAS sekaligus perayaan Dies Natalis ke-22 Pascasarjana Unpatti ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan pemikiran, inovasi, dan solusi ilmiah bagi tantangan pembangunan daerah.
Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga kekayaan alam dan ekosistem Maluku tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (***)
Share this ...

















