
MBN.com – Tingginya angka pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Ambon di tengah sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Keterbatasan lapangan kerja dinilai membutuhkan solusi konkret, salah satunya melalui penguatan pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi.
Persoalan tersebut disoroti Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri peresmian gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Assalam Ambon, Jumat (30/10/2026), di kawasan Gadihu, Negeri Batumerah.
Wattimena menyambut baik kehadiran fasilitas pelatihan tersebut. Menurutnya, keberadaan BLK Komunitas Assalam merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan usaha secara mandiri.
Ia mengakui, meskipun Kota Ambon mencatat capaian positif pada sejumlah indikator pembangunan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi dan penurunan angka kemiskinan, persoalan pengangguran terbuka masih membutuhkan perhatian serius.
“Ketersediaan lapangan kerja terbatas, sementara pencari kerja terus bertambah setiap tahunnya. Kita tidak punya peluang membuka industri besar yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif, sehingga pembekalan keterampilan melalui lembaga pelatihan vokasi menjadi solusi vital,” ujar Bodewin.
Menurutnya, keterbatasan sektor industri berskala besar yang mampu menyerap banyak tenaga kerja harus dijawab dengan menyiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
Karena itu, Wali Kota menilai kolaborasi pemerintah dengan lembaga swasta dan yayasan pendidikan, termasuk Yayasan Assalam, menjadi bagian penting dalam membangun SDM yang produktif dan kompetitif.
Melalui pelatihan vokasi, peserta tidak hanya diharapkan memperoleh keterampilan teknis dan sertifikasi kompetensi untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha serta menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.
Di sisi lain, Pemkot Ambon juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu target yang ingin dicapai adalah Indeks Literasi dan Numerasi dengan kategori Tuntas Madya pada 2027.
Wattimena menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari kementerian terkait, DPR RI, lembaga pendidikan hingga yayasan dan sektor swasta.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih merata. Pemkot Ambon, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. (***)
Share this ...

















