HLUN ke-30 di Ambon Digelar di Dusun Seri, Usung Tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”
HLUN ke-30 di Ambon Digelar di Dusun Seri, Usung Tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”

MBN.com – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Ambon berlangsung di Dusun Seri, Desa Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (9/6/2026).

Mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda seperti pameran produk hasil karya lansia, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta penguatan program pemberdayaan lansia.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena bersama Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kader, hingga lansia Dusun Seri.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota bersama rombongan juga meninjau langsung aktivitas lansia, mulai dari pembuatan anyaman, menjahit, hingga proses memasak nasi bambu. Selain layanan kesehatan, para lansia juga menampilkan berbagai hasil olahan dan kerajinan mereka.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa HLUN bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat upaya pemberdayaan lansia.

“Ini momentum merefleksikan apa yang sudah dilakukan dalam memberdayakan para lansia di Kota Ambon. Pemerintah hadir melayani masyarakat sejak lahir sampai meninggal dunia,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perhatian terhadap lansia merupakan bagian penting dari pembangunan manusia, agar para lanjut usia tetap memperoleh layanan yang layak dan dapat menikmati masa tua dengan sehat dan bahagia.

Wali Kota turut mengingatkan bahwa Kota Ambon saat ini masih berada dalam fase bonus demografi, namun jumlah penduduk lanjut usia akan terus mengalami peningkatan.

“Jangan memandang orang tua sebagai beban. Lansia harus diberikan kesempatan untuk hidup bahagia di hari tua. Mereka punya banyak pengalaman dan bisa menjadi telaah bagi generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan menegaskan bahwa tema HLUN tahun ini menjadi pengingat pentingnya peran lansia dalam keluarga maupun masyarakat.

“Lansia adalah aset, bukan beban. Mereka penjaga nilai, penguat budaya, sumber keteladanan, dan kompas moral bagi generasi muda,” ungkapnya.

Berdasarkan data SIGA Mei 2026, jumlah lansia di Kota Ambon tercatat sebanyak 1.286 jiwa atau 9,78 persen dari total 357.289 penduduk.

Untuk memperkuat program lansia tangguh, BKKBN mengembangkan Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi Sekolah Lansia dengan kurikulum berjenjang yang berfokus pada tujuh dimensi lansia tangguh. Saat ini, di Ambon terdapat 67 kelompok BKL yang tersebar di lima kecamatan serta 3 Sekolah Lansia yang berada di Hutumuri, Wainitu, dan Dusun Seri.

Pengembangan Sekolah Lansia ini merupakan bagian dari Program Lansia Berdaya SIDAYA yang bertujuan mewujudkan lansia SMART: sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.

Kegiatan HLUN di Dusun Seri ditutup dengan sambungan virtual ke peringatan HLUN tingkat nasional bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji. (***)

Share this ...