
MBN.com (Salatiga) – Ketua Panitia Perayaan Hari Pattimura ke-209 Kota Salatiga, Oriza Fidei Metanoia Nahusona, S.S. menegaskan bahwa Perayaan Hari Pattimura yang digelar Sabtu, 1 Agustus 2026 di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, adalah untuk mengenang perjuangan Kapitan Pattimura, sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persatuan, keberanian, nasionalisme, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut disampaikan Oriza saat membawakan laporan pertanggungjawaban panitia pada puncak Perayaan Hari Pattimura ke-209 Kota Salatiga Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia mengawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Hari Pattimura bukan hanya mengenang jasa seorang pahlawan nasional, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai keberanian, persatuan, pengorbanan, keadilan, dan semangat nasionalisme yang diwariskan Kapitan Pattimura kepada seluruh rakyat Indonesia,” Jelas Oriza.
Perayaan Hari Pattimura ke-209 Kota Salatiga tahun ini mengusung tema “Tahuri Babunyi, Obor Manyala Tinggi, Parang Pattimura Manari voor Bangun NKRI.” Tema tersebut mengandung makna bahwa bunyi tahuri merupakan panggilan persatuan bagi seluruh anak bangsa.
Nyala obor melambangkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam, sedangkan parang Pattimura menjadi simbol keberanian dalam menjaga persatuan dan membangun NKRI.
Oriza menjelaskan bahwa, penyelenggaraan kegiatan Hari Pattimura ke-209 di Salatiga dilaksanakan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku (HIPMMA) Salatiga bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Maluku Kota Salatiga, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana, berbagai instansi pemerintah, lembaga, sponsor, media partner, komunitas, dan masyarakat. Dan dirinya bersama Kepanitiaan sendiri telah dibentuk sejak 25 Februari 2026 dan menjalani proses persiapan selama kurang lebih lima bulan.
“Melalui tema ini kami berharap semangat perjuangan para pahlawan terus hidup dalam tindakan nyata, khususnya di kalangan generasi muda, agar tetap menjaga persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun bangsa,” ujar Oriza.
Selama masa persiapan lanjut Oriza, panitia menyusun konsep acara, melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, mengurus perizinan, melaksanakan usaha dana secara rutin, mencari sponsor, menyiapkan kebutuhan teknis, hingga memproduksi sebagian besar perlengkapan dekorasi dan atribut kegiatan secara mandiri. Seluruh tahapan tersebut kemudian dilengkapi dengan gladi dan simulasi guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Ia bersama dengan teman-teman Panitia juga aktif melakukan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Rektor UKSW, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Wali Kota Salatiga, Ketua DPRD Kota Salatiga, Kapolres Salatiga, Ketua Pengadilan Negeri Salatiga, hingga berbagai instansi pemerintah dan aparat keamanan untuk memperoleh dukungan serta kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Menurut Oriza, keberhasilan Perayaan Hari Pattimura merupakan buah dari kerja sama dan campur tangan Tuhan melalui banyak pihak yang memberikan dukungan dalam bentuk tenaga, pikiran, material, doa, maupun berbagai bentuk bantuan lainnya.
Rangkaian kegiatan Perayaan Hari Pattimura ke-209 meliputi karnaval budaya sebagai bentuk pelestarian keberagaman Nusantara, upacara penyalaan Obor Pattimura sebagai simbol semangat perjuangan, penampilan tarian tradisional dan musik daerah Maluku, pertunjukan seni budaya, hingga pentas hiburan rakyat yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan mempererat persaudaraan antara masyarakat Maluku dan masyarakat Kota Salatiga.
Untuk itu melalui rangkaian kegiatan tersebut, harapannya bersama panitia agar generasi muda khususnya generasi muda Maluku, mampu menjadi penerus sejarah yang menjunjung tinggi nilai keadilan, toleransi, persaudaraan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami bangga menjadi bagian dari Panitia Hari Pattimura ke-209. Kerja keras, kebersamaan, pengorbanan, bahkan kelelahan seluruh panitia akhirnya terbayar ketika seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Kami percaya Tuhan menjawab setiap pergumulan dan doa pada waktu yang tepat,” ungkap Oriza.
Dalam kesempatan tersebut, Oriza juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Kristen Satya Wacana yang selama ini menjadi rumah bagi mahasiswa Maluku di Salatiga. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, para sesepuh Maluku, TNI, Polri, tenaga kesehatan, Dinas Perhubungan, petugas keamanan, pemadam kebakaran, relawan, media partner, sponsor, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap suksesnya kegiatan.
Sementara Pada laporan pertanggungjawabannya, Oriza menjelaskan bahwa panitia berhasil menghimpun dukungan dari berbagai sumber, baik melalui usaha mandiri panitia, dukungan para donatur, maupun bantuan dari sejumlah pihak. Ia menegaskan bahwa seluruh dukungan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap mahasiswa Maluku di perantauan. Juga bantuan dari Gubernur Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, dan Pemerintah Kota Ambon turut menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.
“Seluruh bantuan yang kami terima adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan secara terbuka sebagai bentuk komitmen panitia menjaga kepercayaan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” tegas Oriza.
Dana yang berhasil dihimpun Panitia sebanyak Rp138.283.500, yang menurutnya menjadi bukti nyata semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan Perayaan Hari Pattimura ke-209 di Kota Salatiga.
Diawali dengan dari dana awal Pengurus HIPMA Salatiga. Selanjutnya, panitia secara mandiri melaksanakan berbagai kegiatan usaha, seperti penjualan jajanan khas Maluku, kaos, nasi kuning, permainan penalti kick, gawang mini, basket, biliar, PlayStation (PS), dan berbagai usaha lainnya. Dukungan dana juga datang dari para donatur dan sesepuh Maluku di Jakarta, Makassar, Ambon, Salatiga, dan Surabaya.
Menjelang akhir sambutannya, Oriza menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta karnaval, pengisi acara, komunitas seni, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat Kota Salatiga yang telah menunjukkan antusiasme luar biasa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan dan berharap kritik serta saran yang membangun dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Perayaan Hari Pattimura di masa mendatang. (***)
Share this ...






