
MBN.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar. Ia menilai perilaku tersebut mencerminkan mentalitas yang tidak sehat dan harus segera ditangani secara serius oleh semua pihak.
Menurutnya, penanganan masalah tawuran bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata, tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, pihak sekolah, guru, dan juga orang tua.
“Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua harus terlibat. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya, Senin, (27/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Ambon akan segera memanggil para kepala sekolah untuk mempertegas kembali peran dan tanggung jawab dalam pembinaan siswa. Meski sejumlah kejadian terjadi di luar lingkungan dan jam sekolah, Wattimena menegaskan bahwa pihak sekolah tetap harus mengambil tindakan terhadap siswa yang terlibat.
Ia menekankan, siswa yang terbukti ikut dalam aksi tawuran akan dikenai sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah jika tidak dapat lagi dibina.
“Kalau sudah tidak bisa dibina, maka harus ada tindakan tegas. Bisa diskors, bahkan dikeluarkan,” ujarnya.
Langkah ini, lanjutnya, bertujuan untuk menjaga agar generasi muda tidak tumbuh dengan perilaku menyimpang serta tetap berada dalam jalur pendidikan yang benar.
Wattimena juga memastikan bahwa dalam waktu dekat, kepala sekolah dari siswa yang terlibat tawuran akan dipanggil untuk dimintai penjelasan sekaligus memperkuat komitmen pembinaan di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa ketegasan ini tidak akan berubah, demi melindungi masa depan generasi muda di Kota Ambon agar tidak terjerumus ke arah yang salah. (***)
Share this ...














