Walikota Ambon Dorong Prestasi dan Karakter Lewat Kejuaraan Renang Pelajar
Walikota Ambon Dorong Prestasi dan Karakter Lewat Kejuaraan Renang Pelajar

MBN.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon menggelar Kejuaraan Renang tingkat pelajar SD dan SMP se-Kota Ambon. Kegiatan tersebut berlangsung di Kolam Renang Tirta Sagoro, Komando Daerah Angkatan Laut IX Ambon, Rabu (13/5/2026).

Kejuaraan itu mempertandingkan nomor renang gaya bebas dan gaya dada dengan jarak tempuh 50 meter. Ratusan pelajar tampak antusias mengikuti perlombaan yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga usia dini di Kota Ambon.

Sebanyak 148 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dari jumlah itu, 80 peserta berasal dari tingkat Sekolah Dasar, sedangkan 68 lainnya merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama.

Kegiatan olahraga pelajar tersebut dibuka secara langsung oleh Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia muda.

“Pemerintah Kota bersama KONI Kota Ambon terus berupaya melakukan pembinaan secara bertahap terhadap seluruh cabang olahraga prestasi, termasuk cabang akuatik. Dengan begitu, anak-anak kita nantinya mampu membawa nama Ambon dan Maluku di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” kata Wattimena.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan latihan, kedisiplinan, serta kompetisi yang rutin agar potensi para pelajar dapat berkembang dengan baik.
Ia juga menyampaikan bahwa olahraga memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengejar medali dan prestasi. Olahraga dinilai mampu membentuk karakter generasi muda menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan olahraga, kita ingin membangun mental anak-anak Kota Ambon supaya lebih tangguh, disiplin, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Ambon turut menyoroti maraknya kasus tawuran pelajar yang belakangan terjadi, khususnya di kalangan siswa SMP. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari sekolah hingga orang tua, untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak.

Menurut Wattimena, pengawasan terhadap pelajar harus dilakukan bersama-sama agar generasi muda Kota Ambon tidak terjerumus ke dalam tindakan kekerasan maupun kenakalan remaja.

“Kalau ada siswa yang terbukti ikut tawuran, tidak ada toleransi. Bisa dikenakan skorsing bahkan dikeluarkan dari sekolah. Jangan hancurkan masa depan karena pergaulan yang salah. Mari bersama menjaga Ambon sebagai kota pendidikan dan rumah bersama bagi semua,” tegasnya. (***)

Share this ...