
MBN.com– Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pengembangan ekonomi kreatif dan diplomasi budaya melalui persiapan pengusulan kota-kota kreatif ke jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang bertugas menjaring dan menetapkan daerah-daerah terbaik untuk diusulkan sebagai wakil Indonesia di tingkat internasional. Dalam susunan tim tersebut, Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, kembali dipercaya menjadi anggota Tim Seleksi Nasional.
Informasi yang dirilis Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Ambon pada Selasa (16/6/2026) menyebutkan bahwa pembentukan Panselnas UCCN 2027 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/21/MK-EK/2026 yang ditandatangani Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, pada 11 Februari 2026.
Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari penugasan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO kepada Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai focal point nasional dalam proses seleksi dan pengusulan kota kreatif Indonesia menuju UNESCO.
Peran Tim Seleksi Nasional dinilai sangat penting karena bertanggung jawab memastikan proses penilaian berjalan objektif dan berkualitas. Selain menyusun mekanisme seleksi, tim juga melakukan evaluasi terhadap dokumen usulan dari daerah peserta sebelum menentukan dua kabupaten/kota terbaik dari subsektor kreatif yang berbeda untuk diajukan sebagai nominasi resmi Indonesia pada UCCN 2027.
Keterlibatan Ronny Loppies untuk kedua kalinya mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap pengalaman dan kompetensinya dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik. Pengalaman yang dimilikinya dinilai relevan dalam mendukung proses seleksi, khususnya terkait tata kelola kota kreatif, pengembangan jejaring internasional, dan penguatan kolaborasi komunitas kreatif.
Keberadaan Ronny dalam tim nasional juga tidak terlepas dari posisi Kota Ambon yang telah menyandang predikat UNESCO City of Music sejak tahun 2019. Pengalaman Ambon dalam menjaga dan mengembangkan status tersebut menjadi referensi berharga bagi daerah lain yang tengah berupaya menembus jaringan kota kreatif UNESCO.
Aspek tata kelola, keterlibatan masyarakat, hingga keberlanjutan program kreatif yang telah dijalankan Ambon dinilai dapat menjadi contoh dalam proses pembinaan maupun evaluasi calon kota kreatif Indonesia.
Di sisi lain, pembentukan Panselnas UCCN 2027 menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu instrumen pembangunan nasional. Pengakuan sebagai kota kreatif UNESCO kini tidak hanya dipandang sebagai capaian prestisius, tetapi juga sebagai peluang memperluas investasi, memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya, meningkatkan identitas daerah, serta membuka ruang kerja sama internasional yang lebih luas.
Panselnas UCCN 2027 akan menjalankan tugasnya hingga 31 Desember 2027. Dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi kreatif, proses seleksi diharapkan mampu menghasilkan nominasi daerah yang memiliki kapasitas, inovasi, dan kekuatan budaya yang mampu bersaing di tingkat global. (***)
Share this ...





