Wattimena Perluas Jaringan PDAM di 26 Titik, 60 KK Kudamati Kini Nikmati Air Bersih
Wattimena Perluas Jaringan PDAM di 26 Titik, 60 KK Kudamati Kini Nikmati Air Bersih

MBN.com – Perluasan akses air bersih di Kota Ambon terus digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat dan ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino, pemerintah mengklaim telah membuka jaringan pelayanan air bersih di 26 titik baru selama masa kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena.

Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari program prioritas Pemkot Ambon untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan permukiman.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan hal itu saat meresmikan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Lorong Tipka, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kamis (5/11/2026) sore.

“Kita patut bersyukur karena dari waktu ke waktu upaya penyediaan akses air bersih ini terus bertambah. Paling tidak, sejak kita memprioritaskan air bersih sebagai program utama, kita sudah membuka 26 titik baru di Kota Ambon,” ujar Bodewin.

Meski pemerintah terus memperluas jaringan, Bodewin menegaskan bahwa keberlanjutan pelayanan air bersih tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun PDAM. Masyarakat sebagai penerima layanan juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban pembayaran iuran bulanan sesuai ketentuan.

Menurutnya, pembayaran pelanggan merupakan bagian penting dari keberlangsungan operasional PDAM, termasuk untuk mendukung pembukaan jaringan baru di wilayah lain yang belum terjangkau.

“Skema ini sebenarnya saling menopang. Tanggung jawab pemerintah adalah menyediakan akses air bersih, dan masyarakat memanfaatkannya dengan memenuhi kewajiban yang ditentukan PDAM. Kewajiban itu kelak digunakan PDAM untuk membuka titik baru di tempat lain. Harapan saya, dalam lima tahun kepemimpinan ini ada penambahan signifikan masyarakat yang mendapatkan air bersih sebagai penanda bahwa pemerintah dan negara hadir untuk masyarakat,” tambah Bodewin.

Untuk memastikan distribusi berjalan efektif, Wali Kota meminta para lurah bersama pengurus RT dan RW aktif melakukan koordinasi serta pengawasan di lapangan. Perhatian khusus diberikan terhadap pemanfaatan debit air yang bersumber dari kawasan Wainitu agar distribusi kepada masyarakat dapat berlangsung lebih tertib.

Namun, di balik perluasan jaringan tersebut, Ambon kini menghadapi ancaman serius berupa penurunan ketersediaan air akibat kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Bodewin mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem tidak hanya memicu kebakaran di sejumlah titik, tetapi juga menyebabkan penurunan debit air pada sumber-sumber air utama, termasuk Wainitu dan Kusu-Kusu.

“Tantangan kita hari ini sangat berat akibat kemarau berkepanjangan dampak El Nino. Sumber air permukaan utama kita di Wainitu debit airnya semakin mengecil. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. Pelaku pembakaran liar yang meresahkan warga akan diproses hukum dan ditindak seberat-beratnya,” tegas Bodewin.

Pemerintah juga mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan dapat berlangsung hingga Maret mendatang. Karena itu, masyarakat diminta tidak menggunakan air secara berlebihan dan mulai membangun kebiasaan menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari.

“Manfaatkan air dengan sebijak mungkin. Tanggung jawab ini ada pada pemerintah dan masyarakat. Mari kita hemat penggunaan air agar pasokan air bersih di kota ini tetap terjaga,” pungkasnya.

Peresmian jaringan PDAM di Lorong Tipka tersebut kini membuka akses pelayanan air bersih bagi 60 kepala keluarga yang bermukim di RT 005/RW 006, Kelurahan Kudamati.

Di tengah ancaman menyusutnya sumber air, perluasan jaringan dan kesadaran masyarakat dalam menghemat air menjadi dua hal penting yang harus berjalan beriringan agar kebutuhan dasar warga Ambon tetap terpenuhi. (***)

Share this ...