
MBN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memperkuat upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif melalui fasilitasi bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Program ini diharapkan dapat mendukung mobilitas, meningkatkan kemandirian, serta memperluas kesempatan warga untuk beraktivitas secara lebih optimal.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengukuran kaki palsu bagi penyandang disabilitas, Jumat (23/10/2026).
Toisutta menegaskan, pemenuhan kebutuhan alat bantu merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Dukungan tersebut tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan diri dan kesempatan yang setara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Maluku, atas perhatian dalam membantu memenuhi kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas,” ujar Toisutta.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 penyandang disabilitas asal Kota Ambon mengikuti pengukuran kaki palsu. Selain itu, terdapat satu peserta dari Kabupaten Maluku Tengah, sehingga total peserta yang mengikuti pengukuran mencapai 15 orang.
Bagi para penerima manfaat, ketepatan ukuran dan kesesuaian alat bantu menjadi faktor penting. Karena itu, Toisutta berharap proses pengukuran dapat menghasilkan kaki palsu yang sesuai dengan kondisi fisik serta kebutuhan masing-masing peserta, sehingga dapat digunakan dengan nyaman dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Sosial Kota Ambon dalam memastikan pelayanan tidak berhenti pada tahap pengukuran. Pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses pengukuran, penyerahan, hingga penggunaan alat bantu oleh penerima manfaat.
“Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan mendorong terwujudnya Kota Ambon yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Toisutta turut mengapresiasi kolaborasi Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, dan Pemkot Ambon dalam menghadirkan pelayan (***)
Share this ...
















