
MBN.com – Pemerintah Kota Ambon menyatakan dukungan terhadap pelestarian tradisi adat melalui peluncuran logo dan rangkaian kegiatan Sion Hurasi Perenta Pulang Jilid II serta tradisi Panas Gandong yang melibatkan Negeri Batu Merah, Negeri Ema, dan Negeri Hunisi, Kabupaten Maluku Tengah. Puncak kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027 mendatang.
Dukungan itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat memberikan arahan dalam kegiatan peluncuran yang berlangsung di Pattimura Park, Sabtu (24/10/2026). Turut hadir Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta.
Wattimena menegaskan, Perenta Pulang dan tradisi adat lainnya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga. Warisan leluhur, menurutnya, memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang perlu diteruskan kepada generasi berikutnya, termasuk anak cucu negeri yang kini menetap di berbagai daerah maupun luar negeri.
“Apa yang kita dapatkan, nikmati, dan miliki hari ini tidak terlepas dari apa yang ditinggalkan oleh para leluhur kita. Oleh karena itu, tradisi ini harus terus kita budayakan dan lestarikan,” ujar Wali Kota.
Ia menilai, pelaksanaan Perenta Pulang Jilid II menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan persaudaraan, persatuan, dan kekeluargaan antaranak cucu negeri. Ikatan tersebut diharapkan tetap terpelihara, baik di antara masyarakat yang tinggal di Ambon maupun mereka yang merantau ke berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.
Menurut Wattimena, hubungan pela, gandong, dan kekeluargaan antarnegeri merupakan kekuatan sosial yang perlu dirawat secara berkelanjutan. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung kegiatan yang mempererat hubungan adat sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Namun, pelestarian budaya juga diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Wattimena menyoroti pentingnya menjadikan kegiatan adat dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, bukan hanya agenda perayaan yang selesai setelah acara berlangsung.
Ia menyebutkan, sepanjang tahun berjalan, Kota Ambon telah menyelenggarakan sekitar 70 kegiatan pariwisata dan budaya. Banyaknya kegiatan tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik dan melibatkan pelaku usaha lokal.
Wali Kota menekankan agar penyelenggaraan berbagai event memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat aktif. Selain itu, kepulangan anak cucu negeri dari perantauan diharapkan turut membawa kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi dan pembangunan kampung halaman.
Dalam konteks itu, momentum Perenta Pulang Jilid II diharapkan tidak hanya mempertemukan kembali keluarga dan kerabat, tetapi juga membangun kepedulian terhadap akar sejarah, identitas, serta masa depan negeri asal.
Wattimena pun mengajak anak cucu Negeri Ema dan negeri-negeri terkait yang berada di perantauan untuk meluangkan waktu pulang ke kampung halaman. Kehadiran mereka diharapkan menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah leluhur sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Ambon berharap rangkaian Perenta Pulang Jilid II dan tradisi Panas Gandong dapat berlangsung dengan baik serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kebudayaan lokal. Dengan demikian, nilai persaudaraan dan identitas adat tetap hidup, sementara kegiatan budaya turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian negeri. (***)
Share this ...
















