
MBN.com– Hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting bagi setiap anak untuk mengenal lingkungan belajar yang baru. Karena itu, suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan menjadi kunci agar peserta didik mampu beradaptasi dengan baik tanpa mengalami tekanan sejak awal memasuki jenjang pendidikan dasar.
Semangat tersebut mendorong Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, turun langsung memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah dasar di Kota Ambon, Jumat (17/7/2026).
Pemantauan dilakukan di SD Negeri 3 Halong, SD Negeri 4 Halong, SD Negeri 2 Hative Besar, SD Negeri 4 Hative Besar, dan SD Negeri 1 Passo. Kegiatan ini bertujuan memastikan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan diterapkan secara optimal sehingga anak-anak dapat memasuki lingkungan sekolah dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat.
“Kegiatan ini dalam rangka memantau pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kami berharap seluruh sekolah dasar dapat menerapkan gerakan ini dengan baik,” ujar Lisa Wattimena.
Menurutnya, Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih ramah anak. Program tersebut dirancang agar peserta didik baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah secara bertahap tanpa dibebani tuntutan akademik pada hari-hari pertama.
Lisa menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam program tersebut. Pertama, menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk sekolah dasar. Kedua, menghadirkan pelaksanaan MPLS yang menyenangkan, edukatif, dan ramah anak. Ketiga, memperkuat enam kemampuan fondasi yang menjadi bekal penting bagi anak untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah dasar, termasuk pembentukan karakter, kesiapan mental, kemampuan sosial, dan kemandirian.
“Fokus utamanya adalah menghilangkan tes calistung, melaksanakan MPLS yang ramah anak, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang menjadi bekal anak memasuki jenjang sekolah dasar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan masa transisi dari PAUD menuju sekolah dasar tidak hanya diukur dari kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga dari sejauh mana anak merasa diterima, dihargai, dan nyaman berada di lingkungan sekolah.
Menurut Lisa, suasana belajar yang positif akan membantu anak membangun rasa percaya diri, keberanian berinteraksi dengan teman maupun guru, serta menumbuhkan semangat mengikuti proses pembelajaran sejak hari pertama.
“Anak-anak harus dapat menyesuaikan diri dengan senang dan gembira. Yang terpenting adalah mereka merasa nyaman dengan lingkungan baru sehingga dalam proses belajar mereka dapat menerima pelajaran dengan baik tanpa tekanan dari guru maupun orang tua,” katanya.
Selain peran sekolah, Lisa juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Ia menilai pendidikan karakter tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola asuh yang positif dan penuh kasih sayang.
“Hak anak bukan hanya memperoleh pendidikan formal di sekolah, tetapi pendidikan dalam keluarga juga sangat penting untuk membentuk mental dan karakter. Orang tua harus menjadi teladan yang baik serta memastikan anak bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dengan pola asuh yang positif,” ungkapnya.
Lisa berharap sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua terus diperkuat sehingga Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap anak dapat memasuki dunia sekolah dengan rasa percaya diri, bahagia, serta siap mengikuti proses pembelajaran tanpa tekanan akademik sejak hari pertama.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan dasar yang lebih inklusif, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari aspek akademik maupun pembentukan karakter. (***)
Share this ...





